Memaknai arti penting Sumpah Pemuda

05/11/2009 at 03:23 | Posted in Diskusi | 2 Comments

Indonesia telah merdeka 64 tahun, sekilas kembali mengenang sejarah terbentuknya bangsa Indonesia yang dirintis oleh tokoh-tokoh besar bangsa kita yaitu Soekarno, Moh.Hatta, Moh, Yamin, Dr Sutomo dalam mempersiapkan kemerdekaan bangsa ini yaitu membentuk dasar Negara kita yang beranekaragam, bukan hal yang mudah menyatukan gagasan dari setiap tokoh nasional ini, ada perbedaan dan persamaan yang dimiliki namun tidak menghilangkan tujuan awal yaitu kemerdekaan bangsa Indonesia apalagi untuk membentuk Negara Indonesia dibutuhkan unsur pembentuk Negara yaitu wilayah, rakyat, pemerintah yang diakui dan berdaulat juga hal yang terpenting lainnya adalah pengakuan dari Negara lain, akhirnya tanggal 1 juli 1945 terbentuklah dasar Negara Indonesia adalah Pancasila.

Pancasila ini di nilai telah cukup untuk mempersatukan bangsa Indonesia yang basisnya multicultural, sebelum tahun 1945, sudah ada gagasan dari pemuda Indonesia untuk mempersatukan keanekaragaman yang multicultural ini demi memperjuangkan bangsa Indonesia terbebas dari belenggu jajahan asing. Pemuda Indonesia membentuk suatu perkumpulan yang berasal dari beberapa daerah yang kemudian menghasilkan ikrar Sumpah pemuda, tepatnya tanggal 28 Oktober 1928 yang berisi tentang suatu pernyataan yaitu satu nusa ( wilayah) Negara, satu bangsa ( rakyat), dan satu bahasa sebagai pengikat atau sarana komunikasi yang beranekaragam bahasa. Saat itu pemuda Indonesia begitu antusias untuk berjuang melawan jajahan bangsa asing.
Bangsa Indonesia banyak mengalami periode pergantian bentuk-bentuk pemerintahan dari Soekarno sampai Susilo Bambang Yudhoyono serta kemerdekaan bangsa Indonesia yang sekarang kita nikmati bukanlah dari jerih payah yang mudah tetapi dari hasil proses yang begitu panjang. Kaum muda pun ikut memberikan sumbangsih yang cukup besar dalam melakukan proses perubahan serta dinamika yang bergejolak di Negara Indonesia.
Indonesia telah memasuki masa modernitas, dimana kaum muda tidak lagi berjuang melawan penjajah secara fisik tetapi secara mentalitas, hal yang menjadi pertanyaan apakah kaum muda sekarang masih memiliki semangat nasionalisme dan patriotisme yang memperjuangkan bangsa Indonesia, merdeka dari belenggu kebodohan dan kemiskinan? Masihkah kaum muda memaknai lahirnya sumpah pemuda ditengah hiruk-pikuk gaya hidup hidonisme, konsumenisme, dan egoistisme serta mau dibawa kemanakah kemardekaan 64 tahun bangsa Indonesia ini? apakah hanya bebas dari jajahan secara realitasnya namun secara implisit, bangsa ini masih dijajah, digerogoti oleh bangsa asing dari dalam atau melawan mentalitas pribadi bangsa ini.
Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, begitu idealnya di rancang oleh kaum muda dan diikrarkan oleh Pemuda Indonesia dalam “ Soempah Pemoeda” 28 Oktober 1928, yang mengajarkan semangat adanya kebhinneka dan menghargai, menghormati kemajemukan bangsa Indonesia kita ini, nyaris sempurna gagasan yang dikemukan oleh kaum muda saat itu walaupun boleh dikatakan kondisi nyaris berbeda dengan sekarang ini, bagaimana kaum muda mengalangkan persatuan, kesatuan untuk berjuang melawan ketidakadilan dan bebas merdeka dari jajahan asing.
Kaum muda di zaman modern ini harus memberikan sprit atau roh pembaharuan terhadap hal-hal yang masih konservatif bukan hanya ikut arus kehidupan yang makin tidak humanisme, serta egoistis, hedonisme dan konsumenisme, terlihat perkembangan bangsa ini bukan mengarah pada kemajuan tetapi pada kebobrokan, hal terkecil saja yang terlihat kasat mata yaitu kejahatan intelektual, menjual belikan ijasah, mengopi skripsi dan hasil-hasil tugas lainnya apalagi sistem pendidikan bangsa Indonesia lebih mengarah pada kebudayaan praktis bukan mengajarkan kedisplinan dan budaya kerja keras, dan ini menjadi tugas bagi masyarakat Indonesia untuk membangun pribadi bangsa yang memiliki etos serta berprinsip, bukan saja harapan bangsa Indonesia terletak pada kaum muda yang akan memberikan contoh pada generasi sesudahnya maupun sebelumnya tetapi bagi kita semua masyarakat Indonesia, mulailah dengan hal yang terkecil untuk melakukan suatu perubahan, bukan saja menikmati modernitas tanpa dikritisi, terlebih kaum muda harus berjuang melawan kondisi, konstruksi sosial yang negatif dan kembali mengkritisi adanya teknologi yang masuk serta melawan kebodohan yang berpangkal pada diri pribadi. “ Jangan sekali-kali melupakan sejarah” itulah yang di katakan oleh bung Karno atau yang lebih dikenal JASMERAH. Jadi bukan hanya kita ingat tanggal 28 Oktober 1928 sebagai hari sumpah pemuda tetapi makna yang terkandung didalamnya, memaknai sumpah pemuda dapat dilakukan dari kita sebagai generasi bangsa.

Hasil diskusi menanggapi materi memaknai kembali arti penting sumpah pemuda
Willy : Latar belakang lahirnya sumpah pemuda dimula dari kaum muda yang memiliki intelektual dan perwakilan dari organisasi daerah, waktu itu Indonesia belum memiliki persatuan dan kesatuan bahkan papua belum masuk dalam kesatuan Indonesia, gagasan lahirnya sumpah pemuda hanya berasal dari beberapa perkumpulan daerah saja yang tujuannya melawan jajahan bangsa asing, jadi kaum muda memiliki persamaan nasib untuk berjuang terbebas dari jajahan.

Sr. Sanctisima : Tema yang diangkat menarik, apalagi permasalahan sekarang bukan lagi kaum muda melawan penjajah secara fisik tetapi sekarang kaum muda harus dapat melawan dirinya sendiri terhadap adanya modernisasi, gaya hidup barat yang telah masuk di Indonesia, memaknai sumpah pemuda bukan saja memperingati setiap tanggalnya tiba, atau bahkan ikut upacara bendera merah putih tanpa tahu maknanya, kaum muda sebelum melakukan sesuatu yang besar untuk bangsa ini, harusnya dimulai dari memperbaiki diri sendiri serta melihat sesamanya yang ada di sekitarnya.

Dion : Kaum muda dilihat zaman ini hanya ikut arus saja, apalagi iklan-iklan yang ditelevisi mengenai teknologi, misalnya saja HP blackberry yang diiklankan ditelevisi mempengaruhi kaum muda untuk memilikinya tanpa tahu manfaat penting kegunaan HP sebenarnya, kaum muda hanya ikut-ikut gaya hidup bukan menjadi kritis terhadap teknologi yang masuk ke Indonesia karena teknologi di Indonesia sebenarnya adalah buatan bangsa asing. Kenapa harus bangga jika memiliki HP blackberry yang bukan asli buatan Indonesia.

Grace : Sumpah pemuda sekarang ini sudah memiliki makna yang lain bukan saja seperti kaum muda zaman dahulu. Zaman ini, kaum muda memiliki kebebasan untuk menentukan dirinya sendiri, peduli dengan urusan orang lain, apalagi kaum muda saat ini dapat dilihat dari statusnya yang berbeda antara yang kaya dan miskin, kaum muda yang termasuk dalam golongan kaya akan menikmati hidupnya dengan berfoya-goya ke club malam, dan ke diskotik sampai pagi dan ini menurut mereka bukan hal yang negatif tetapi sebuah kebebasan hidup sedangkan kaum muda yang termasuk golongan miskin merasa harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan tidak memperdulikan orang lain, yang penting hidup tidak kelaparan, bahkan terlihat jauh perbedaan jurang pemisah antara kaum muda yang kaya dan miskin.

Deo : Sekarang jangan melihat terlalu jauh tentang kaum muda, kita di sini, dikampus ini bahkan tidak ingat hari sumpah pemuda, mahasiswa/I terkesan hanya memperdulikan kepentingannya agar cepat selesai studi atau kegiatan lainnya. Seperti hal kita ini, kaum muda untuk di ajak berkumpul, berdiskusi malas dan sama sekali tidak berminat, hanya yang memiliki kemauan yang mengubah diri lebih baik merasa kegiatan semacam ini sebagai suatu kebutuhan untuk membangun dirinya sendiri. Memaknai sumpah pemuda sekarang ini dapat kita lakukan dengan berkarya menunjukan bahwa diri kita memiliki suatu potensi yang harus diberikan kepada sesama bukan sekedar wacana saja tetapi lebih menunjukan implikasinya dalam bentuk nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Andrew : Sumpah pemuda yang kita didiskusikan hanya eforia saja, tanggal 17 agustus pun kita peringati, bahkan hari-hari besar lainnya kita peringati tanpa tahu memaknainya setelah itu berlalu begitu saja. Ini bukan saja ingat atau tidak, tetapi lebih bagaimana cara pemaknaannya, kaum muda dapat memaknai dengan berbagai cara, bahkan dapat dimulai dari kesadaran diri kita, kaum muda memiliki semangat untuk menunjukkan jati diri, jadi mengapa harapan bangsa harus ada di tangan kaum muda, walaupun yang tua juga memiliki hak andil dalam memajukan bangsa ini karena kaum muda memiliki jiwa yang muda dan bersemangat, dan kita tidak boleh justikasi baik buruk tindakan dari kaum muda, apakah pergi ke club malam dan berteman dengan seorang preman bahkan pelacur di nilai jelek, dan apakah membaca buku, sering keperpustakaan, berdiskusi, banyak berteman dengan orang baik dan tidak pernah membolos bahkan tidak pernah keluar malam di nilai baik, kita harus melihat konteksnya dimana kaum muda memaknai sumpah pemuda.
Kiki : Disini, saya lebih melihat bagaimana manusia memanusiawikan manusia, tentukan kembali kepada diri pribadi dalam penerimaan semangat sumpah pemuda ini, di sekitar kita, tentunya banyak orang yang membutuhkan implikasi tindakan nyata dari kaum muda, bersikap kritis dengan adanya arus modernisasi dengan mulai melihat teknologi yang kita pakai, Universitas yang kita pilih. Banyak hal untuk memaknai sumpah pemuda ini.

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Kaum muda hrus tetap berjuang melawan ketidakberesan di dalam dirinya bukan saja diluar dirinya.

  2. umur di atas 40 tahun jangan merasa tua kemudian tidak memahami problematika umur yang di bawah 40 tahun. (mudah-mudahan ada yang tersindir)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: